Lama gak nulis2, beberapa minggu ini gue abisin buat nonton dvd dan baca. Salah satu bahan bacaan gue minggu” adalah Elektron Edisi 2009. Singkat kata, gue kecewa dengan majalah ini. Gue kecewa sebagai konsumen yang mengeluarkan 15 ribu rupiah untuk majalah ini. (Sebentar,, ini dikategorikan majalah?? Jurnal?? Atau apa??)
OK, biar lebih fair, kita lupakan harga 15 ribu yang udah dikeluarkan. Mari kita lihat content dan tampilannya. (Walaupun itu semua tidak bisa dilepaskan dari harga)
Secara garis besar Elektron ini dibagi jadi 4 bagian di luar Daftar Isi dan Editorial. Adapun bagian-bagian tersebut adalah: (1) Berita dan Komentar, (2) Artikel Pengetahuan, (3) Desain dan Konstruksi, dan (4) Lain-lain. Tulisan-tulisan di Elektron ini rata-rata menggunakan format 2 kolom yang diselingi gambar/tabel/quote di tengah-tengah tulisannya. Mungkin format tersebut ingin mengikuti jurnal-jurnal dengan format IEEE. Data-data, fakta, teori, dan (yang paling penting) gagasan-gagasan dari penulis” sebetulnya sangat cerdas tetapi tampilan yang seadanya (layout sederhana, warna hitam putih) dan organisasi tulisan yang tidak jelas (terutama tulisan pertama) berhasil memberikan kesan membosankan dan “berat” (padahal gak berat” amat) pada artikel-artikel di majalah ini.
Yang paling ingin gue kritisi adalah konsep dari majalah ini sendiri yang masih abu-abu. Di antara tulisan” cerdas dari kak Fela dan kak Kadek tentang ke-teknik tenaga listikan-nya, terselip tulisan-tulisan tentang Google dan Blue Ray. Gue bukan ingin mengomentari penulis dan isi tulisannya, tetapi konten tentang google dan blue ray terlihat sangat kontras bobotnya dengan tulisan-tulisan di awal majalah. Jadi,, yang ingin gue pertanyakan adalah, sebenernya majalah ini ditujukan buat siapa?? (tagline “Majalah Berkala Elektronika Praktis” gue liat gak berhasil menjaga koridor tulisan-tulisan di majalah ini). Kemudian tulisan aneh terlihat pada akhir artikel tentang imitasi touchscreen. Yaah mungkin karena kesalahan sepele yang luput dari editor (hmm, atau memang begitu??)
Huff, gue sudahi aja. Tampaknya keputusan kalian untuk menerbitkan elektron ini terlalu terburu-buru. Layout sederhana, cover yang tidak menarik (kenapa jadi harga Rp15.000 yang tulisannya paling gede??, haha), hitam putihnya majalah, konsep yang belum matang, dan hal-hal kecil lain yang belum terselesaikan. Jangan sampe kesan “asal udah terbit” jadi menempel di elektron.
Tetep semangat!
No Comments Yet
No comments yet.
Comments RSS TrackBack Identifier URI
Leave a comment










